Selasa, 19 Mei 2009

tugas bahasa indonesia cerpen

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Profesi merupakan suatu pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang dengan ditunjang dengan keterampilan hingga Ia layak disebut professional. Profesi yang dijalani sesuai dengan bakat dan minat akan mendorong seseorang menjadi seseorang yang memiliki performa kerja yang luar biasa. Contohnya berdasarkan cerpen yang penulis baca, ketika Ferina menjadi seorang wartawan berita, sebagai seorang pemula Ia memiliki prestasi yang luar biasa. Dalam waktu 3 tahun Ia telah menjelajahi beberapa kota, dan beberapa pulau di Indonesia. Sedangkan apabila profesi yang dijalani tidak sesuai dengan bakat dan minatnya sehingga seringkali orang tersebut mengalami hal yang disebut underachiever atau tidak dapat menunjukan hasil pekerjaan atau prestasi yang optimal. Contohya, ketika Ferina menjadi wartawan gossip, terdapat masalah-masalah sebagai berikut yaitu :
1. Ia ditugaskan oleh atasannya untuk menulis berita gossip yang sebetulnya hanya rekayasa.
2. Ia merasa bersalah dengan melakukan hal tersebut, sehingga Ia memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan tersebut. 

B. IDENTIFIKASI MASALAH

Identifikasi masalah pada kasus Ferina adalah sebagai berikut :
1. Profesi yang tidak sesuai bakat dan minat.
2. Ferina adalah seseorang yang lekas puas.
3. Ferina suka berganti-ganti pekerjaan.
4. Ferina adalah seseorang yang lekas bosan dengan pekerjaannya.


C. PEMBATASAN MASALAH

Pada penulisan kali ini penulis membatasi masalah pada Ferina adalah seseorang yang lekas bosan dengan pekerjaanya.

D. RUMUSAN MASALAH

Rumusan masalah pada penulisan ini adalah bagaimana keadaan Ferina yang lekas bosan pada pekerjaannya.






















BAB II
KERANGKA TEORI DAN KERANGKA BERFIKIR

A. KERANGKA TEORI

1. Definisi Bakat

“Bakat adalah memperkenalkan suatu kondisi dimana menunjukan potensi seseorang untuk mengembangkan kecakapannya dalam suatu bidang tertentu”. (Dewa Ketut Sukardi., 1990 : 106). “Bakat sebagai aptitude biasanya diartikan sebagai kemampuan bawaan yang merupakan potensi (potential ability) yang masih perlu dikembangkan atau dilatih”. (Connny Semiawan, dkk., 1984). 
“Bakat sangat kecil kemungkinannya untuk berubah. Bakat itu adalah relatif tetap sepanjang waktu tertentu. Karena bakat itu relatif stabil, maka bakat-bakat itu dapat digunakan untuk membantu memprediksi keberhasilan dalam bidang kependidikan dan karir, serta memberikan suatu landasan untuk mengambil keputusan karir.” (Dewa Ketut Sukardi., 1990 : 107).
Menurut Warrren dalam bukunya yang berjudul “Dictionary of Psychology”, bahwa “Bakat (aptitude) dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi atau disposisi-disposisi tertentu yang menggejala pada kecakapan seseorang untuk memperoleh dengan melalui latihan satu atau beberapa pengetahuan keahlian atau suatu respon seperti kecakapan untuk berbahasa, musik dan sebagainya”. (Blum and Blinsky, 1971 : 174).
“Bakat (aptitude) adalah suatu kualitas yang nampak pada tingkah laku manusia pada suatu lapangan keahlian tertentu seperti musik, seni mengarang, , kecakapan dalam matematika, keahlian dalam bidang mesin, atau keahlian-keahlian lainnya”. (Crow and Crow, 1973 : 129)
“Bakat merupakan suatu disposisi. Disposisi itu dapat berkembang tetapi mungkin pula tidak berkembang. Hal ini tergantung pada latihan/ pendidikan yang diberikan. Hal ini tergantung kepada latihan/ pendidikan yang diberikan. Apabila disposisi itu mendapat latihan yang diberikan cukup memadai, maka disposisi tersebut akan berkembang menjadi suatu kecakapan yang nyata. Tetapi apabila tidak mendapat latihan/ pendidikan yang baik maka yang ada tidak berkembang sebagaimana mestinya. Disposisi yang tidak mempunyai kesempatan berkembang disebut sebagai bakat terpendam. Bakat tersebut mempunyai kualitas tertentu. Pada manusia yang normal terdapat sejumlah jenis bakat khusus yang berbeda-beda kualitasnya. Ada kualitas bakat yang rendah dan ada kualitas bakat yang tinggi. Apabila semua jenis bakat yang ada pada seseorang mempunyai kualitas yang tinggi maka orang tersebut akan merupakan orang yang ahli dalam semua bidang. Sebaliknya apabila semua jenis bakat yang ada pada seseorang berkualitas rendah maka orang tersebut akan bodoh dalam segala bidang”. (Wayan Nurkancana, 1993 : 192)

2. Definisi Minat

“Minat diartikan sebagai kehendak, keinginan atau kesukaan” (Kamisa,1997 : 370). Minat adalah sesuatu yang pribadi dan berhubungan erat dengan sikap. Minat dan sikap merupakan dasar bagi prasangka, dan minat juga penting dalam mengambil keputusan. “Minat dapat menyebabkan seseorang giat melakukan menuju ke sesuatu yang telah menarik minatnya”. (Gunarso, 1995 : 68). Minat merupakan sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan bila mereka bebas memilih (Hurlock, 1995 : 144).

3. Definisi Profesi

Definisi profesi adalah ”bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan dan keahlian tertentu”. (http://www.suaramerdeka.com/harian/0601/24/opi05.html). ”Profesi berasal dari bahasa latin "Proffesio" yang mempunyai dua pengertian yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. Bila artinya dibuat dalam pengertian yang lebih luas menjadi: kegiatan "apa saja" dan "siapa saja" untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik”. (www.bpkpenabur.or.id)
Profesi adalah:
1. Jenis pekerjaan yang membutuhkan pengetahuan khusus. Contohnya pengobatan atau pertanian.
2. Pernyataan tentang kepercayaan, perasaan, atau pemikiran tentang sesuatu.
(Kamus Oxford:Learner Pocket Dictionary new Edition 2003)

B. KERANGKA BERFIKIR

Bakat dan minat seseorang sangat berpengaruh terhadap kemajuan prestasinya/ hasil pekerjaanya. Karena jka kita menyukai suatu pekerjaan maka pekerjaan tersebut akan menjadi lebih mudah untuk dikerjakan. Dari sudut pandang produktivitas terbukti bahwa mereka yang bekerja sesuai dengan bakatnya akan memberikan produktivitas optimum. Dari sisi pandang kesehatan terbukti bahwa mereka yang bekerja sesuai dengan bakatnya hidup lebih sehat dan bahagia. Dari sisi agama, semua agama menganjurkan untuk bekerja / beramal sesuai dengan bakat, pembawaan, potensi dan kekuatannya masing masing. Ada jalan sukses ada cara sukses. Untuk mencapai tujuan, maka jalan yang benar lebih penting ketimbang cara yang benar. Jalan yang benar selalu berkaitan dengan potensi / kekuatan seseorang / organisasi. Dengan demikian bagi Individu, Bakat merupakan potensi luar biasa yang harus dikenali dan dimanfaatkan. Menemukan Potensi dan Keterbatasan merupakan awal yang sangat penting dalam memilih karir agar menghasilkan kinerja maksimum. 
Beberapa kondisi yang mempengaruhi minat
a) Status ekonomi
Apabila status ekonomi membaik, orang cenderung memperluas minat mereka untuk mencakup hal yang semula belum mampu mereka laksanakan. Sebaliknya kalau status ekonomi mengalami kemunduran karena tanggung jawab keluarga atau usaha yang kurang maju, maka orang cenderung untuk mempersempit minat mereka.

b) Pendidikan
Semakin tinggi dan semakin formal tingkat pendidikan yang dimiliki seseorang maka semakin besar pula kegiatan yang bersifat intelek yang dilakukan. Seperti yang dikutip Notoatmojo, 1997 dari L.W. Green mengatakan bahwa “Jika ada seseorang yang mempunyai pengetahuan yang baik, maka ia mencari pelayanan yang lebih kompeten atau lebih aman baginya”. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pelayanan kesehatan akan mempengaruhi pemanfaatan fasilitas pelayanan yang ada sehingga berpengaruh pada kondisi kesehatan mereka.
c) Tempat tinggal
Dimana orang tinggal banyak dipengaruhi oleh keinginan yang biasa mereka penuhi pada kehidupan sebelumnya masih dapat dilakukan atau tidak.
Faktor – faktor utama yang mempengaruhi minat seseorang (Yuwono, 2001 : 40)
a) Kondisi pekerjaan
Tempat kerja yang memiliki suasana yang menyenangkan dengan didukung oleh kerja sama yang profesional, saling bantu dapat meningkatkan produksi.
b) Sistem pendukung
Dalam bekerja sangat diperlukan sistem pendukung yang memadai bagi para pekerjanya sehingga diperoleh hasil produksi yang maksimal, misalnya fasilitas kendaraan, perlengkapan pekerjaan yang memadai, kesempatan promosi, kenaikan pangkat/kedudukan.
c) Pribadi pekerja
Semangat kerja, pandangan pekerja terhadap pekerjaannya, kebanggan memakai atribut bekerja, sikap terhadap pekerjaannya.
Beberapa kondisi yang mempengaruhi minat
a) Status ekonomi
Apabila status ekonomi membaik, orang cenderung memperluas minat mereka untuk mencakup hal yang semula belum mampu mereka laksanakan. Sebaliknya kalau status ekonomi mengalami kemunduran karena tanggung jawab keluarga atau usaha yang kurang maju, maka orang cenderung untuk mempersempit minat mereka.
b) Pendidikan
Semakin tinggi dan semakin formal tingkat pendidikan yang dimiliki seseorang maka semakin besar pula kegiatan yang bersifat intelek yang dilakukan. Seperti yang dikutip Notoatmojo, 1997 dari L.W. Green mengatakan bahwa “Jika ada seseorang yang mempunyai pengetahuan yang baik, maka ia mencari pelayanan yang lebih kompeten atau lebih aman baginya”. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pelayanan kesehatan akan mempengaruhi pemanfaatan fasilitas pelayanan yang ada sehingga berpengaruh pada kondisi kesehatan mereka.
c) Tempat tinggal
Dimana orang tinggal banyak dipengaruhi oleh keinginan yang biasa mereka penuhi pada kehidupan sebelumnya masih dapat dilakukan atau tidak.
“Minat dapat ditimbulkan dengan cara :
a) Membangkitkan suatu kebutuhan.
b) Menghubungkan dengan pengalaman yang lampau.
c) Memberikan kesempatan untuk mendapat hasil yang lebih baik”. (Effendi dan Praja, 1993 : 72).









BAB III
PEMBAHASAN DAN ISI

Cerpen yang berjudul Ferina berceritakan tentang seorang gadis yang memiliki banyak bakat, Ferina memiliki kualitas bakat yang tinggi, sehingga ia ahli dalam semua bidang, antara lain menari, menyanyi, mengarang, berpidato, melukis, main piano, dan mengutak-ngatik mesin mobil. Ia memiliki kualitas bakat yang tinggi. “Apabila semua jenis bakat yang ada pada seseorang mempunyai kualitas yang tinggi maka orang tersebut akan merupakan orang yang ahli dalam semua bidang”. (Wayan Nurkancana, 1993 : 192). Awalnya Ia adalah seorang penari, 3 tahun menggeluti dunia menari membuatnya merasa bosan, dan Ia pun memutuskan untuk menjadi seorang wartawan. “Minat dapat menyebabkan seseorang giat melakukan menuju ke sesuatu yang telah menarik minatnya”. (Gunarso, 1995 : 68). Sebagai seorang pemula Ia memiliki prestasi yang sangat luar biasa membanggakan. “Minat merupakan sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan bila mereka bebas memilih”. (Hurlock, 1995 : 144). Namun ketika Ferina berada di puncak kesukseskan, atasannya menugaskan Ia untuk menulis berita tentang gossip, hal tersebut tidak sesuai dengan kata hatinya, karena sebetulnya berita tersebut hanyalah berita yang tidak benar. Hal itu sangat mengganggu ketenangan hidupnya. Sehingga Ia memutuskan untuk meninggalkan profesi yang sangat ia cintai. Salah satu hal yang mempengaruhi minat adalah kondisi kerja, seperti yang dikutip dari creasoft.files.wordpress.com, Effendi dan Praja mengatakan bahwa tempat kerja yang memiliki suasana yang menyenangkan dengan didukung oleh kerja sama yang profesional, saling bantu dapat meningkatkan produksi. “Bakat sangat kecil kemungkinannya untuk berubah. Bakat itu adalah relative tetap sepanjang waktu tertentu. Karena bakat itu relative stabil, maka bakat-bakat itu dapat digunakan untuk membantu memprediksi keberhasilan dalam bidang kependidikan dan karir, serta memberikan suatu landasan untuk mengambil keputusan karir.” (Dewa Ketut Sukardi., 1990 : 107).
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Profesi yang dijalani sesuai dengan bakat dan minat akan mendorong seseorang menjadi seseorang yang memiliki performa kerja yang luar biasa. Sedangkan apabila profesi yang dijalani tidak sesuai dengan bakat dan minatnya sehingga seringkali orang tersebut mengalami hal yang disebut underachiever atau tidak dapat menunjukan hasil pekerjaan atau prestasi yang optimal.

B. SARAN

Untuk mencapai prestasi, maupun hasil pekerjaaan yang optimal, seseorang sebaiknya bekerja sesuai bakat dan minatnya.









DAFTAR PUSTAKA

creasoft.files.wordpress.com [14 04 2009]

Ketut Sukardi, Dewa 1990. Analisis Tes Psikologi. Rineka Cipta. Denpasar

mhzen.wordPress.com [15 April 2009]

Nurkancana, Wayan. 1993. Pemahaman Individu. Usaha nasional. Surabaya

Siregar, Sori. 2006. Sang Pemimpin (Kumpulan Cerpen Karya Sori Siregar). Departemen Kebudayaan RI. Jakarta.
tpers.net [15 April 2009]

www.suaramerdeka.com [15 April 2009]

www.talentsmapping.com [14 04 2009]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar